gravatar

puisi

Tetaplah Disisiku

Tetaplah Disisiku
Ya Allah…
Dimanakah ku harus berlabuh…
Saat semua dermaga menutup pintu,
Dan berkata “ ini bukan untukmu…”
“Segara menjauh karna disini bukan tempatmu….!!!”
Ya Allah…
Katakan padaku, dermaga untukku berlabuh…???
Agar ku segera menghela nafas kehidupan yang baru.
Sampai kapan ku harus arungi waktu,..
Ku lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau hanya Satu,..
Ya Allah …
Beri aku penerang jalan-Mu
Agar tak tersesat saat ku melaju,..
Kuatkan awak kapalku,
Saat badai menghalangi jalanku
Ya Allah …
Tetaplah disisiku,
Jangan Engkau menjauh dariku…
Karna ku mati tanpa hadir-Mu


Sombong


DirumahMu aku menemukan diriMu
Dalam qolbuku ternyata
Ternyata Kau selalu ada, di rumahMu ini
Hanya aku saja …yang sibuk..
Dengan kesombonganku..
Dengan ke-sok-tahuanku…seperti biasanya..
Minta ini itu padaMu….
Kau ajari aku..tanpa kutahu..
Lewat penjual kurma..
Yang menunjukku dengan telunjuk ke wajah..kau bakhil !!


Pujangga Cinta


Hai Sang pujangga
Salahkah diriku saat ku pandang dia, bergetar tubuhku
Hai orang bijak
Katakanlah padaku apa yang kurasakan setiap ku menatapnya setiap ku
Menyapanya kutergetar tak bergerak
Hai pujangga, hai kau yang bijak, katakan apa yang diriku rasakan
Dengarkan permintan hati qu. Tak bisa dipungkiri bahwa aqu menyayangi dirimu. Aku tak tau ap yg ku rasa kn dlm hati ku saat prama kali lihat dirimu melihat mu. Detak jantung ku berdetak tak menentu. Seperti nya aq tak ingin berlalu. Tolong lah aku bgmn diriku ungkapkan rasa yg terbelenggu, berilah syg mu ku akan menjaganya.
Semua yg terjadi sudah ditetapkan oleh sang penentu kejadian
Dirimu bgtu cpt msk kr dlm hidup ku
Tapi, apakah pantas aku sprti ini. Apakah hanya waktu yg bisa menjawabnya. Hati ku yang terbelenggu tdk bisa dibohongi oleh perasaan ini. Jika kau tdk ada mengapa mata ini sllu ingin mencari untuk melihatnya. Jika kau berbicara mengapa telinga ini ingin sllu mendengarnya. Jika tangan ini dingin mengapa sllu ingin di genggamnya

Aku Menyayanginya


Dimatamu,
Aku mungkin saja hanya ilusi atau bahkan mimpi belaka. Tapi aku tak peduli karena bagiku, kangen dan rindu ini begitu jelas untuk mu
Aku merasakan sesuatu saat ini, rindu akan dirimu, rindu melihat dirimu, rindu dengan senyuman dirimu. Hangat nya kecupan bibirmu menyentuh keningku, masihh sangat ku rasakan hingga saat ini. Hari ini mentari bersinar cerah, ku berharap diriku akan secerah mentari itu. Yang akan terus menyinari dirimu. Lamunan matahari merindukan bulan, mimpi bulan menunggu saat pertemuan.
Mengapa harus terjadi?
Apa yang sebenarnya terjadi?
Dirimu begitu cepat masuk kedalam hidup ku
Tapi, apakah pantas aku seperti ini. Apakah hanya waktu yang bisa menjawabnya. Hatiku yang terbelenggu tidak bisa dibohongi oleh perasaan ini. Jika kau tidak ada mengapa mata ini selalu ingin mencari untuk melihatnya. Jika kau bicara mengapa telinga ini igin selalu mendengarnya. Jika tangan ini dingin mengapa selalu ingin digenggamnya.
Ya Alloh berilah petunjuk kepada diriku ini. Apakah aku salah seperti ini?
Salahkah diriku menyayangi dirinya.

dzul™free for all ©. Diberdayakan oleh Blogger.